Marriage Encounter Share Articles

“5 LANGKAH MENUJU BAHAGIA” BERSAMA MARRIAGE ENCOUNTER DEKENAT UTARA

Kebahagiaan dalam rumah tangga adalah hak dan idaman setiap pasangan suami istri. Namun, kebahagiaan tersebut harus diperjuangkan oleh pasutri. Kebahagiaan rumah tangga dapat terwujud hanya apabila suami istri saling mencintai dalam relasi yang baik.
Marriage Encounter (ME) Dekenat Utara membagikan rahasia untuk memperoleh kebahagiaan pasutri melalui acara Rekoleksi Pasutri untuk umum yang telah diselenggarakan  pada hari Sabtu, 4 November 2017, bertempat di ruang Theresia Avila, Gedung Pastoral gereja St. Yakobus – Kelapa Gading.
Team pembicara pada rekoleksi ini terdiri dari Romo Antonius Gunardi P., MSF (pastor kepala Paroki Kelapa Gading), pasutri Acu Pocky (Koordinator ME Distrik I Jakarta), pasutri Chris Lely (team ME), pasutri Hendra Luly (Koordinator ME Paroki Kelapa Gading), dan Ibu Julia (Purnomo) (mantan team ME).
Rekoleksi ini dihadiri oleh sekitar 102 peserta dari Paroki Kelapa Gading dan paroki-paroki lainnya, yang sebagian besar terdiri dari pasutri.
Romo Antonius Gunardi antara lain menjelaskan bahwa terdapat 3 cincin (ring)_ dalam sebuah perkawinan, yaitu Engagement Ring, Wedding Ring dan Suffer Ring. Kebahagiaan dan beban merupakan satu paket yang selalu ada dalam suatu perkawinan yang akan dialami oleh setiap pasutri.
Pasutri harus fokus pada kebahagiaan agar beban terasa lebih ringan.
Romo Anton juga menjelaskan tentang  5 (lima) persatuan yang harus ada dalam rumah tangga yang bahagia yaitu persatuan harta, persatuan tempat tinggal, persatuan pikiran,  persatuan hati & perasaan, dan persatuan tubuh. Agar pasutri memiliki umur panjang maka pasutri perlu memiliki Good Family, Good Food, dan Good Friends.
Romo Antonius Gunardi pernah mengikuti Weekend Marriage Encounter pada tahun 1982.
Para pembicara menjelaskan bahwa terdapat 5 langkah agar pasutri semakin bahagia dalam hidup perkawinan mereka, yaitu:
1. Ingatlah bahwa pasutri pernah mengalami masa-masa sulit bersama.
2. Ingatlah bahwa sikap/sifat positif pasangan kita jauh lebih banyak daripada sikap/sifat negatifnya.
3. Mendengarkan pasangan dengan hati.
4. Memuji pasangan dengan tulus, termasuk untuk hal-hal rutin yang “terlihat sepele”.
5. Ingatlah bahwa waktu kita bersama pasangan tinggal sedikit.
Para pembicara membagikan pengalaman hidup yang mereka alami sebagai pasangan, baik sebelum menjadi suami istri maupun dalam hidup perkawinan.
Para peserta pun membagikan pengalaman masing-masing dalam kelompok kecil.
Rekoleksi yang dimulai pada pukul 09.15 ini berakhir pada pukul 14.30 yang ditutup dengan foto bersama.
BERIKUT FOTO-FOTO LIPUTANNYA :

Redaksi : Indra dan Muljana , Fotografer : Edwin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =